Candi Umbul
candi Umbul adalah situs purbakala berupa pemandian air panas yang
terletak di Kabupaten
Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Candi ini dibangun sejak zaman Wangsa Syailendra, dan sampai sekarang sisa-sia peninggalannya masih tetap
dilindungi dan dijadikan salah satu objek wisata andalan di Kabupaten Magelang
Lokasi
candi ini terletak di desa Kartoharjo, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Untuk dapat mencapai objek wisata ini, bila mengendarai mobil dari arah Semarang,
pengunjung dapat mengambil jalan ke kiri sebelum Kecamatan Pringsurat, Temanggung. Sekitar
400 meter akan langsung sampai di lokasi. Sedangkan apabila dari arah Yogyakarta,
pengunjung dapat mengambil jalan ke kanan di pertigaan Desa Krincing (sebelah
utara Secang) ke arah Grabag,
kemudian mengikut papan penunjuk arah menuju Candi Umbul.
Sejarah
Asal-usul
penamaan Candi Umbul berasal dari kata umbul (bahasa Jawa) karena sumber air yang keluar dari dasar
kolam selalu menyembul serupa gelembung-gelembung, atau yang di masyarakat Jawa
disebut ''mumbul'' (naik). Kolam di situs ini terbagi menjadi dua tempat. Yang
pertama (terletak di bagian atas) merupakan kolam air panas,g mengandung
belerang. Sedangkan kolam kedua (lebih rendah) berisi air dingin. Keseluruhan
dinding kolam terbuat dari lapisan-lapisan batu andesit. Pada zamannya, kolam
ini merupakan tempat pemandian para putra-putri bangsawan.[3]
Sejumlah batuan situs berjejer di tepian kolam
menggambarkan berbagai relief tumbuhan, binatang, dan stupa bagian puncak
candi. Dan secara keseluruhan candi ini masih menampakan nuansa sejarahnya. Keberadaan umpak (pondasi) yang terdapat di setiap
sudut dasar kolam merupakan tiang penyangga atap pelindung. Sedangkan batuan
lain berbentuklingga datar
merupakan alas duduk untuk bersemadi para ksatria[4].
Dari relief dan beberapa petilasan bentuk lingga dan yoni
di beberapa titik, membuktikan bahwa Candi Umbul merupakan candi bercorak
[[Hindhu]]. Jika menilik sejarah perkembangan Kerajaan Mataram Kuno,
kemungkinan besar candi ini dibangun oleh Dinasti Sanjaya yang beragama Hindhu.
Tidak banyak ciri bangunan candi yang tersisa di area Candi Umbul saat kini.
Namun demikian di dalam kolam terdapat beberapa batu ''umpak'' berbentuk ''lingga''
yang datar di permukaan bagian atasnya. Di samping sebagai patirtan (tempat
mandi), sangat dimungkinkan keberadaan landasan batu umpak berbentuk lingga
tersebut dulunya dipakai sebagai alas tempat duduk untuk bertapa kungkum atau
bertapa rendam para ksatria pada masa lalu[5].
Yang unik dari kolam pemandian Candi Umbul adalah tidak
adanya bau belerang seperti layaknya sumber air panas di objek wisata air panas
lainnya. Sehingga pengunjung dapat sepuasnya berendam di tempat itu tanpa
menanggung risiko. Namun belerang yang terkandung di dalamnya tetap
mendatangkan manfaat menyembuhkan penyakit kulit, dan suhu airnya dapat menjadi
terapi tulang dan pelancaran peredaran darah.